AJARAN MORMON

AJARAN MORMON

Gereja Mormon atau yang disebut ‘Gereja Yesus
Kristus dari Orang Suci Zaman Akhir’ (The Church of
Jesus Christ of Latter-day Saints) adalah aliran
khas Amerika karena lahir disana sebagai agama
yang baru sekalipun dalam tradisi kekristenan,
namun dalam penyebarannya juga meluaskan diri
keseluruh dunia termasuk ke Indonesia.

Kitab Mormon berisi lukisan sejarah Amerika
dimulai pada zaman purbakala sampai tahun 420M
yang isinya menceritakan bahwa sesudah
kekacauan bahasa di Babel (Kej.11) datanglah
manusia pertama ke Amerika (disebut sebagai
orang ‘Yaredit’) dan kemudian di tahun 600SM
menyusul ras Yahudi yang lain yang mengungsi
pada zaman Zedekia yang terpecah menjadi orang
‘Lamit’ dan ‘Nefit’. Orang Lamit berkulit merah dan
menjadi nenek moyang bangsa Indian Amerika.

Allah dianggap menyerupai manusia. Dia adalah
seorang pribadi. Dia berbicara dan telah berbicara
kepada manusia. Dia telah dimuliakan, dan menurut
ukuran manusia, Dia adalah Mahabijak dan
Mahakuasa.
Tetapi Dia penuh kasih dan baik hati. Dia
adalah Bapa Roh semua orang dan Dia mempunyai
pertimbangan kebapaan dan perhatian terhadap
anak-anakNya. Pekerjaan dan kemuliaanNya terletak
dalam kesejahteraan mereka yang kekal.
Yesus adalah PutraNya, dilahirkan secara jasmani
dan diperanakkan oleh Roh Allah.

Dia hidup, mati
dan dibangkitkan dalam arti yang benar-benar seperti
yang dilaporkan kembali dalam Perjanjian Baru. Dia
adalah Juruselamat dan Penebus manusia menurut
rencana yang telah disusun sebelum dunia ini
diciptakan. Meskipun demikian, Dia tetap hidup,
Seorang dengan bentuk dan kepribadian yang nyata.
Roh Kudus adalah suatu pribadi roh, walaupun
demikian, juga seorang Pribadi tersendiri. Ketiganya ini
membentuk ketuhanan.

Yang menjadi dasar dalam ajaran Mormon ialah azas
mengenai wahyu modern, sebab bila Allah berbicara
pada zaman dahulu, maka Allah juga tetap dapat
menyatakan wahyunya pada masa kini. Alkitab bagi
orang Mormon adalah firman Allah, ditulis oleh
manusia dan menjadi dasar ajaran Mormon. Tetapi
disadari bahwa kekeliruan telah menyusup ke dalam
karya suci ini disebabkan caranya kitab ini sampai
kepada manusia. Melengkapi Alkitab, Mormon
memiliki tiga kitab lain.

Kitab Mormon, Ajaran dan
Perjanjian, dan Mutiara yang Sangat Berharga.
Ketiganya + Alkitab menjadi kitab patokan bagi
gereja, namun dari keempatnya, ‘Kitab Mormon’lah
yang dianggap tidak bisa salah dan memiliki otoritas
tertinggi.

Manusia adalah ciptaan Allah dan sesungguhnya
adalah anak Allah dan individu yang penting.
Rohnya
diperanakkan dari Allah, akibatnya semua orang
adalah saudara Yesus dalam arti yang sebenarnya.

Manusia dilahirkan tanpa dosa dan akan dihukum
karena dosa-dosanya sendiri dan bukan karena
pelanggaran Adam. Manusia diberikan kehendak
bebas untuk memilih perjalanan hidupnya, dan bila ia
memilih yang baik (dhi. Sesuai kitab Mormon), maka
ia akan menjadi ‘ilah-ilah’ memasuki kehidupan yang
kekal.

Dalam filsafat Orang-Orang Suci Zaman Akhir, tidak
ada surga yang statis, ataupun neraka api panas.
Surga terletak dalam pertumbuhan yang berasal
dari perbaikan dan hasil.
Itulah tempat bagi mereka
yang telah berhasil mencapai tujuan ini melalui
kepatuhan akan perintah-perintah Tuhan. Manusia
bebas memilih jalannya sendiri. Dalam ajaran agama
orang-orang Mormon, tidak ada soal takdir. Kebebasan
memilih adalah karunia yang kudus, dianugerahklan
secara ilahi. Tuhan memberikan hak yang tak dapat
diganggu gugat kepada manusia untuk memilih
jalannya sendiri, antara yang baik dan jahat, antara
hidup dan kehancuran.

Ada dua macam imamat, Harun dan Melkisedek,
yang merupakan persekutuan lebih tinggi, yang
meliputi semua wewenang Imamat Harun, pada
hakekatnya menyangkut persoalan kerohanian. Di
dalam setiap persekutuan Lingkungan dan Wilayah
ada berbagai tingkat – Diaken, Pengajar dan Imam
pada Imamat Harun; Penatua, Tujuh Puluh dan
Imam Besar pada Imamat Melkisedek. Anak laki-
laki ditahbiskan sebagai Diaken pada umur 12 tahun
jika hidupnya sesuai dengan azas-azas Injil.

Kalau
mereka dewasa, mereka ditahbiskan ke pelbagai
jabatan, bergantung kepada kehidupan mereka.
Setiap jabatan mempunyai tanggung jawab dan
kekuasaan yang khusus. Di antaranya adalah
wewenang untuk membaptis, melayani sakramen,
mengetahui berbagai kelompok dan suatu contoh
yang paling penting ialah memimpin Gereja itu sendiri.

Jemaat berkumpul di hari minggu pagi di gereja dan
kemudian berkumpul dalam kworum-kworum, yaitu
kelompok jemaat setempat yang memegang jabatan
Imamat yang sama. Selesai ini ada sekolah minggu
untuk semua kelompok umur (12 kelas). Minggu sore
diadakan doa dan kunjungan untuk orang sakit
dengan penumpangan tangan, dan minggu petang
ada kebaktian yang diisi Sakramen Perjamuan Tuhan.

Baptisan juga diberikan kepada orang mati bahkan
orang mati juga masih bisa di-Injili.

:

:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: