Biografi muhammad

:

:
Muhammad diperkirakan lahir pada hari Senin, tanggal
29 Agustus, 570 , atau 20 April 570, dari seorang janda
muda bernama Aminah, ayahnya Abdullah, wafat enam
bulan sebelum kelahiran Muhammad tersebut.

Saat mati,
Abdullah diketahui mempunyai seorang budak wanita
asal Ethiopia bernama Barakat. Jadi sewaktu dilahirkan
Muhammad adalah seorang yatim. Aminah memberi
nama anaknya tersebut KOTHAN, tapi kakeknya
mengubahnya menjadi Muhammad dikemudian hari .

Beberapa wanita kaya Arab kadangkala menyewa
wanita2 lain untuk menyusui bayi2 mereka. Hal ini
memungkinkan wanita kaya itu untuk tidak menyusui
dan bisa punya anak lagi dengan cepat. Lebih banyak
anak berarti lebih tinggi status sosialnya.

Tapi bukan ini
yang terjadi pada Aminah janda miskin yang hanya
punya satu anak untuk diurus. Juga kebiasaan ini tidak
terlalu sering dilakukan.

Mengapa Aminah menyerahkan anak satu2nya untuk
dibesarkan orang lain? Hanya ada sedikit keterangan
bagi kita untuk mengerti tentang ibu Muhammad dan
keputusan yang diambilnya.

Keterangan menarik yang
menunjukkan keadaan psikologi Aminah dan
hubungannya dengan bayinya adalah Aminah tidak
menyusui Muhammad. Sehingga melihat penderitaan
anak tersebut, Thuwaibah, budak wanita dari anak
pamannya Abu Lahab(orang yang sama yang
dikutukinya di Sura 111 di Quran, sekalian juga dengan
istrinya), mengambil tanggung jawab untuk
menyusuinya selama beberapa hari sampai akhirnya ia
dipelihara oleh ibu asuh bernamaHalimah.

Tidak ada
keterangan mengapa Aminah tidak menyusui anaknya.
Kematian anggota keluarga dapat mengakibatkan
perubahan kimia dalam otak yang mengakibatkan
tekanan jiwa (depresi). Aminah baru saja kehilangan
suaminya, dia hidup sendiri, miskin, dan muda.

Berdasarkan keterangan yang ada, dia tampaknya
mengalami tekanan jiwa. Hal ini dapat menganggu
kemampuan ibu untuk menumbuhkan ikatan bathin
dengan bayinya. Juga, tekanan jiwa selama
mengandung dapat pula mengakibatkan ibu mengalami
tekanan jiwa berikutnya setelah melahirkan bayi
(postpartum depression).

Beberapa penyelidikan ilmiah menunjukkan bahwa
tekanan jiwa yang dialami ibu mengandung dapat
berakibat langsung pada janin. Bayi2 yang lahir biasanya
menjadi cepat marah dan lamban. Bayi2 ini dapat
tumbuh menjadi anak2 balita yang lamban belajar dan
tidak bereaksi secara emosional, ditambah masalah
kelakuan, misalnya suka melakukan kekerasan.

Muhammad tumbuh diantara orang2 asing. Sewaktu dia
besar, dia sadar bahwa dirinya bukanlah anggota
keluarga yang mengurusnya. Dia semestinya heran
mengapa ibunya, yang hanya mengunjunginya dua kali
setahun, tidak menginginkannya.

Halimah adalah wanita yang menyusui Muhammad.
Enam puluh tahun berikutnya terungkap bahwa awalnya
Halimah tidak mau mengurus Muhammad karena dia
anak yatim dari janda miskin. Tapi akhirnya Halimah
mau mengurus Muhammad karena dia tidak
mendapatkan anak dari keluarga kaya, dan keluarganya
sendiri sangat butuh uang meskipun sedikit sekalipun.

Apakah ini berdampak pada cara Halimah mengurus bayi
itu? Apakah Muhammad merasa tidak dikasihi di
keluarga angkatnya selama tahun2 awal penting yang
menentukan sifat seseorang?

Halimah melaporkan bahwa Muhammad adalah anak
yang penyendiri. Dia suka hidup dalam dunia
khayalannya sendiri dan bercakap-cakap dengan teman2
khayalannya yang tidak bisa dilihat orang lain.

Apakah
ini reaski dari anak yang tidak dikasihi di dunia nyata
sehingga dia menciptakan khayalannya sendiri untuk
menghibur dirinya dan merasa dikasihi?

Kesehatan mental Muhammad mengkhawatirkan ibu
asuhnya sehingga dia mengembalikan Muhammad
kepada ibunya ketika anak tersebut berusia lima tahun.

Karena masih belum punya suami baru, Aminah ragu2
untuk menerima kembali anaknya sampai Halimah
menceritakan padanya kelakuan dan khayalan
Muhammad yang aneh.

Ibn Ishaq mencatat kata2 Halimah:
Ayahnya (ayah dari anak laki Halimah satu2nya) berkata
kepadaku, “Aku takut anak ini mengalami serangan
jantung, maka bawalah dia kembali ke keluarganya
sebelum terjadi akibat buruk”… Dia (ibu Muhammad)
menanyakan padaku apa yang terjadi dan terus
menggangguku sampai aku menceritakan padanya.

Ketika dia bertanya apakah aku takut anaknya
(Muhammad) kerasukan setan, maka kujawab iya, (Ibn
Ishaq, Sirat Rasul Allah, p 72)

Adalah normal bagi anak2 untuk melihat monster di
bawah tempat tidur mereka dan bicara dengan orang2
khayalannya. Tapi kasus Muhammad tentunya langka
dan mengkhawatirkan.

Suami Halimah berkata, “Aku
takut anak ini mengalami serangan jantung.” Keterangan
ini penting. Bertahun-tahun kemudian, Muhammad bicara
tentang pengalaman masa kecilnya yang aneh:
Dua orang berpakaian putih datang padaku dengan
baskom emas penuh salju.

Mereka memegangku dan
membelah tubuhku dan mengambil dari dalam tubuhku
gumpalan hitam yang lalu mereka buang. Lalu mereka
mencuci jantung dan tubuhku dengan salju sampai
murni.

Sudah jelas bahwa kekotoran pikiran tidak tampak
sebagai gumpalan dalam jantung.
:

:
Meskipun nyatanya
anak2 tidak berdosa, dosa sendiri tidak dapat dihilangkan
lewat operasi bedah dan salju bukanlah bahan
pembersih yang baik.

Cerita ini hanyalah khayalan &
halusinasi dari seorang anak2. Jika memang kekotoran
jiwa Muhammad dapat dibersihkan dengan cara itu,
bagaimana mungkin ia kelak dapat menjadi seorang
pembunuh sadis?

Muhammad sekarang hidup lagi bersama ibunya, tapi ini
tidak berlangsung lama. 1tahun kemudian Aminah
meninggal.

Muhammad tidak banyak bicara tentang
ibunya. Ketika Muhammad menaklukkan Mekah, 50 tahun setelah kematian ibunya, dia mengunjungi
kuburan ibunya di Abwa yang terletak diantara Mekah
dan Medinah.

Ini adalah kuburan ibuku; Tuhan mengijinkanku untuk
melawatnya. Aku ingin berdoa baginya, tapi tidak
dikabulkan. Maka aku memanggil ibu untuk
mengenangnya dan ingatan lembut tentang dirinya
menyelubungiku, dan aku menangis. (Ibn Sa’d, Tabaqat,
p. 21)

Mengapa Tuhan tidak mengabulkan Muhammad berdoa
bagi ibunya? Apa yang dilakukan Aminah sehingga dia
tidak layak untuk dimaafkan? Ini sungguh tidak masuk
akal. Sudah jelas Tuhan tidak ada hubungannya dengan
hal ini. Muhammad sendirilah yang tidak bisa
memaafkan ibunya, bahkan separuh abad setelah dia
mati.

Dia mungkin mengingatnya sebagai wanita yang
dingin dan tidak sayang anak, sehingga Muhammad
tidak menyukainya dan mengalami luka bathin yang
tidak pernah sembuh.

Muhammad kemudian hidup bersama kakeknya Abdul
Muttalib, selama dua tahun. Abdul Muttalib adalah
seorang kuncen, penjaga Kabah. Dari kakeknya
Muhammad kecil belajar tradisi dan ritual penyembahan
di Kabah. Sang kakek yang telah ditinggal mati putranya,
sangat memanjakan Muhammad.

Ibn Sa’d menulis
bahwa Abdul Muttalib sangat memperhatikan
Muhammad lebih dari putra2nya sendiri.
Nasib sekali lagi tidak berpihak pada Muhammad.

Hanya
2tahun setelah dia hidup bersama kakeknya, sang
kakek meninggal dunia di usia delapan puluh dua tahun
dan Muhammad lalu diasuh oleh pamannya Abu Talib.

Muhammad merasa sedih karena kehilangan kakek yang
mengasihinya. Ketika dia berada di penguburan jenazah
di Hajun, dia menangis. Bertahun-tahun kemudian dia
masih mengenang kakeknya.

Karena kehilangan orang2 yang dikasihinya secara
berturut-turut di masa kecilnya, Muhammad takut
ditinggalkan dan kejadian ini tentunya berdampak emosi
kuat. Hal ini tampak jelas dalam kejadian di waktu dia
berusia 12 tahun.

Suatu hari, Abu Talib hendak pergi ke
Syria untuk berdagang. Dia tidak membawa Muhammad
pergi. “Tapi ketika kafilah sudah siap berangkat, dan Abu
Talib siap menaiki untanya, keponakannya yang tidak
mau ditinggal lama memeluknya erat2.

Abu Talib terharu
dan membawa dia pergi bersamanya.”
Jalan ke Syria saat itu adalah melalui daerah2 yang kaya
dongeng dan tradisi, yang menjadi kesukaan orang2
Arab karavan pengembara. Luas dan sunyinya gurun
pasir yang sering dilalui, juga tanah gersang yang
melahirkan banyak khayalan2 gaib tentang penghuni2
gurun yang berupa Jin yang baik dan jahat, &
dibumbui dengan kisah2 yang memikat, dicampur
dengan kejadian2 yang menakjubkan tapi diragukan
kebenarannya, dan mereka percaya benar2 itu semua
terjadi di masa lalu.

Selama perjalanan, Muhammad muda tidak diragukan
lagi melahap semua cerita2 gaib tersebut. Ingatannya
yang kuat menanam cerita itu dalam2, yang dikemudian
hari akan memainkan peran yang sangat kuat dalam
pikiran2 dan imajinasi2nya.

Para penulis Muslim
menceritakan banyak keadaan2 menakjubkan yang
telah disaksikan Muhammad selama perjalanan
hidupnya. Kata mereka, dia melayang dibantu malaikat
yang tidak terlihat yang melindungi dia dari panasnya
pasir gurun dan panasnya sinar matahari dengan sayap2
mereka.

Dalam kejadian lain, dia dilindungi oleh awan, yang
melayang diatas kepalanya selama panas siang hari.
Kejadian lain lagi, katanya pohon yang layu tiba2
mengembangkan daun2nya & mekar untuk
menyediakan payung bagi Muhammad yang sedang
menderita kepanasan.

Semua keajaiban ini tidak didasarkan pada bukti2 &
saksi mata; malah kebanyakan adalah pernyataan
Muhammad sendiri atau diciptakan setelah kematiannya
oleh para pengikut fanatiknya yang harus dipercayai
muslim tanpa banyak tanya.

Selama perjalanannya, Muhammad mengaku bertemu
sejumlah pertapa2 Kristen. Rahib Bahira dari sekte Kristen
Nestorian adalah salah satu diantaranya.

Kristen
Nestorian melarang pemujaan akan gambar2. Hal itu
dilarang bahkan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Dan tentu saja, mereka juga keberatan dengan
penggunaan salib, sebuah lambang Kristen yang umum
dipakai didunia ini.

Bersama pamannya Abu Talib, Muhammad kembali ke
Mekah, pikirannya penuh dgn dongeng2 dan kisah2
agama yang dia dapat sepanjang perjalanan.

Dia sangat
terkesan dgn doktrin2 yg diajarkan oleh Rahib Bahira
dari biara Nestorian, yang dikemudian hari akan sangat
menolongnya dalam pembentukan pemikiran dan
doktrin2 agamanya sendiri.

Tidak banyak yang terjadi di masa muda Muhammad
dan tidak ada hal yang dianggap penting dicatat oleh
penulis kisah hidupnya.
:

:
Dia dikabarkan adalah orang
yang pemalu, pendiam dan tidak terlalu suka
berhubungan sosial.

Meskipun disayang & dimanja
pamannya, Muhammad tetap peka dengan statusnya
sebagai anak yatim piatu. Kenangan masa kecil yang
sepi & tanpa kasih terus menghantui sepanjang
hidupnya.

Ibnu Ishaq menulis bahwa Muhammad biasa
sembahyang seorang diri di Hira setiap tahun selama
sebulan untuk melakukan ‘tahnanuth’ yang merupakan
ibadah berhala.

Menurut masyarakat Quraish, ‘tahnanuth’
berarti pengabdian agamawi.(Ibn Ishaq, Sirat, p.105)

‘Kami diberitahu bahwa Rasul Allah pernah menyinggung
hal tentang al-‘Uzza dan katanya, “Aku telah
mempersembahkan domba putih kepada al-‘Uzza, ketika
aku masih menjadi pengikut agama
masyarakatku.” (Hisham ibn al-Kalbi, Kitab al-Asnam,
p.17)

Bukhari juga mencatat bahwa Muhammad muda
memakan daging yang dipersembahkan pada berhala
Mekah, hal yang dilarang dalam kepercayaan
monotheisme seperti Yahudi dan Hanif. (Sahih Bukhari,
67:407, 58:169).

Hal ini menunjukkan pada mulanya
Muhammad adalah penyembah berhala (kafir).
Tahun2 berlalu. Muhammad muda tetap saja suka
menyendiri dan lebih memilih hidup di dunianya sendiri,
bahkan jauh dari orang2 yang dikenalnya.

Sebagai tambahan, pengaruh Kristen Nestorian menjadi
sangat kuat pengaruhnya pada ajaran-ajaran
Muhammad, sehingga nabi ini tidak mengenal Salib, tidak
memahami penebusan Yesus Almasih, tidak
mengajarkan Baptisan dan Pertobatan dan
pengampunan, yang justru merupakan masalah pokok
kekristenan.
:

:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: