ALQURAN ANTARA DONGENG ATAU WAHYU

ALQURAN ANTARA DONGENG ATAU WAHYU

: Kitab Kejadian dalam Alkitab mencatat pembunuhan Habel oleh saudaranya Kain. Dalam Alquran ada juga kisah yang mencatat kejadian ini ( Sura 5: 30-35 ).
:
:Bagaimanapun, pada bagian kesimpulan dari cerita dalam Alquran, kita menemukan sebuah pernyataan yang tidak biasa yang tidak mempunyai catatan yang parallel dalam Alkitab :
:
:“Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk
:diperlihatkan kepadanya ( Qabil/Habel ) bagaimana dia seharusnya menguburkan
:mayat saudaranya. “ ( Sura 5: 31 , Al-Maidah )
:
:Jika pernyataan itu benar, kemudian adalah sesuatu yang sangat mengherankan, yaitu bagaimana Tuhan Yang Suci dapat tidak hanya mengedipkan sebelah mata kepada seorang pembunuh berdarah dingin, tetapi juga membantu pembunuh dengan membantu Kain untuk menyembunyikan mayat Habel.
:
:Baiklah, menurut orang-orang Muslim, agama Islam tidak dimulai dari Muhammad. Sesuai dengan doktrin mereka, Kain kemungkinan adalah seorang Muslim, dan pembunuhan atas saudaranya dapat dianggap sebagai tindakan atau sikap dari Jihad. (lagi-lagi jihad???)
:
:Jika kita menerima inti dari alasan ini, kita kemudian dapat memahami bagaimana Allah membenarkan apa yang dikutuk atau merupakan tindakan yang salah bagi Allah ( Tuhan ) dalam Alkitab ( Kejadian 4:10 ).
:
:Pokok masalahnya adalah ini, Sura 5:31 yang dikutip diatas adalah sama dengan cerita dalam buku-buku dongeng atau legenda dari orang Yahudi, dimana dicatat bahwa Adam yang sedang menangisi Habel dan tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap mayat Habel sampai dia melihat seekor burung gagak yang menggali tanah dan menemaninya untuk menguburkan mayat tersebut ( Pirke Rabbi Eliezer, Bab 21 ).
:
:Dalam Alquran (spt biasa) lain lagi plintirannya, adalah Kain yang melihat burung gagak dan dalam buku-buku dongeng orang Yahudi, justru yang melihat adalah Adam. Selain dari perbedaan kecil; kesamaan yang aneh diantara dua cerita pendek tidak dapat diabaikan.
:
:Sejak diketahui bahwa buku-buku dongen orang Yahudi lebih dahulu ada dari Alquran, kelihatan bahwa Muhammad ( dengan dibantu oleh sekretarisnya ) menjiplak cerita tersebut dan melakukan penyesuaian yang dibutuhkan untuk membenarkan “Wahyu” suci yang diterimanya. Kesimpulan ini diperkuat ketika kita mempertimbangkan ayat yang berikutnya yaitu :
:
:“ Oleh karena itu kami tetapkan ( suatu hukum ) bagi bani Israil, bahwa
:barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh
:orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-
:akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara
:kehidupan seorang manusia, maka seakan – akan dia telah memelihara
:kehidupan semua manusia “ ( Sura 5: 32 )
:
:Dari pandangan sekilas pertama, ayat ini kelihatan tidak memiliki hubungan dengan cerita yang sebelumnya. Mengapa kehidupan dan kematian seseorang harus menjadi sebagai keselamatan atau kehancuran dari seluruh umat manusia adalah tidak jelas.
:
:Tetapi ketika kita melihat kepada buku-buku cerita rakyat orang Yahudi kita menemukan suatu cerita yang sama. Kita dapat membaca dari Mishnah yang diterjemahkan oleh H. Danby :
:
:“ kita menemukan apa yang dikatakan dalam masalah Kain yang
:membunuh adiknya : ‘Suara darah adikmu berseru kepada-Ku’ ( Kejadian
:4:10 ). Tidak dikatakan disini darah dalam bentuk tunggal tetapi dalam
:bentuk jamak, oleh karena itu, darahnya sendiri dan darah dari
:keturunannya. Manusia diciptakan tunggal agar supaya menunjukkan
:kepada dia yang membunuh seseorang secara individu, akan dianggap
:bahwa dia telah membunuh seluruh ras, tetapi kepada dia yang
:melindungi nyawa dari seseorang individu, akan diperhitungkan kepada
:dia telah melindungi seluruh ras. “ ( Mishnah Sanhedrin 4: 5 )
:
:Sesuai dengan alasan dari rabbi Yahudi yang menulis kata-kata tersebut, pemakaian dari darah dalam bentuk jamak dalam Alkitab menunjukkan tidak hanya dari dari satu orang tetapi hal ini menunjukkan darah dari seluruh keturunannya. Apakah pendapat dari rabbi yang spekulatif tersebut benar atau tidak, bukan masalah yang utama.
:
:Masalah yang utama adalah ini : Mengapa Alquran yang seharusnya adalah wahyu yang diturunkan langsung oleh Allah berisi pengulangan pernyataan yang dipalsukan dari pendapat para rabbi terhadap kalimat dalam Alkitab ?
:
:Cerita Alquran mengenai Abraham mengikuti jejak dalam catatan Alkitab, tetapi ketika apa yang diceritakan dalam Alquran menyimpang dari apa yang dicatat dalam Alkitab, sumber dari penyimpangan tersebut biasanya dapat ditelusuri dari dongeng-dongeng orang Yahudi.
:
:Sebagai contoh, Cerita narasi Alquran mengenai ayah Abraham dan masyarakatnya yang menyembah berhala.
:
:Menurut Alquran, Ibrahim/Abraham ( Seorang Monoteis ) memiliki alasan untuk menghancurkan semua berhala kecuali satu yang menjadi kepala. Ketika ditanya siapa yang menghancurkan semua berhala, dia sambil tertawa mengejek memberitahukan mereka untuk bertanya kepada berhala yang tersisa mengenai apa yang terjadi terhadap yang lain. Hal ini membuat kerumunan orang banyak menjadi marah dan kemudian mereka melemparkan Abraham ke dalam api yang menyala, tetapi Allah membuat api menjadi dingin dan menyelamatkan dia dari rencana jahat. Cerita ini dicatat dalam Sura 21, Al-anbiya, 51-70.
:
:Seperti yang telah diduga, ada cerita yang sama ditemukan dalam salah satu catatan cerita-
:cerita rakyat orang Yahudi.
:
:Secara kebetulan dan anehnya dongeng ini dibuat berdasarkan satu kesalahan dalam menterjemahkan satu kata Ibrani dalam Kejadian 15:7.
:
:Seorang guru Yahudi yang bernama Jonathan Ben Uzziel keliru mencatat Ur menjadi Or ( yang berarti api ), dan mengulangi ayat tersebut menjadi :
:
:“ Akulah YAHWEH, yang membawa engkau keluar dari Api Kasdim.”
:
:Cerita dalam Alquran berhubungan erat dengan kesalahan-kesalahan yang jelas tersebut [ Ur adalah suatu tempat atau lokasi yang berdasarkan bukti-bukti arkeologis menunjukkan pernah ada selama jaman Abraham. Ur juga disebutkan dalam bagian lain di Alkitab { Kejadian 11;31 }. Lokasi tersebut dipercaya berada di bagian selatan Irak, di sungai Efrat, pada saat sekarang lokasi ini adalah Tel-el-Muqayyar ]. Apa yang dikatakan Tuhan dalam Kejadian 15 : 7 adalah :
:
:“Akulah YAHWEH, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim…”
:
:Satu kutipan singkat dari Versi Yahudi dalam “Midrash Rabah” akan membuktikan penemuan cerita yang sama dengan penjelasan Alquran yang seperti berdalih dengan amat sangat bahwa ayat tersebut diwahyukan dari Allah.
:
:“ Abraham menghancurkan semua berhala dengan satu kampak kecuali
:satu yang terbesar dan kemudian menaruh kampak di tangan dari berhala
:tersebut. Sekarang ayahnya mendengar keributan tersebut dan berlari
:untuk menyelidiki dan melihat Abraham pergi saat dia tiba. Ketika dia
:dituduh oleh ayahnya, dia berkata dia memberikan mereka daging untuk
:dimakan tetapi yang lainnya segera berebut makanan yang ada tanpa
:menunggu yang paling besar makan yang pertama, sehingga hal ini
:membuat yang terbesar marah dan mengambil kampak dan
:menghancurkan mereka semua ! Rasa marah ayah Abraham bangkit atas
:jawaban Abraham dan pergi kepada Nimrod yang melemparkan Abraham
:ke dalam Api tetapi Tuhan kemudian melangkah masuk dan
:menyelamatkan dia dari hukuman tersebut. “
:
:Kesamaan diantara kedua cerita tersebut tidak dapat dihindari. Bahwa satu cerita rakyat dari orang Yahudi ditemukan dalam Alquran yang dicatat sama yang kemudian dianggap sebagai realita sejarah seharusnya menyebabkan setiap orang-orang Muslim penuh pengertian untuk ragu terhadap pernyataan inspirasi dari Alquran.
:
:Kegemaran Alquran terhadap cerita-cerita rakyat atau dongeng-dongeng mencapai klimaks dalam Surat An-Naml, 18 :
:
:“ Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut,
:“Wahai semut-semut ! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak
:diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”
:
:Jika kalian menjelaskan ayat dengan cara seperti metafora, kalian salah, karena Sulaiman ( Salomo ) diyakini tersenyum dan berbicara dengan semut-semut tersebut ( ayat 19 ).
:
:Siapa yang mengatakan Alquran bukan “Mukjizat Terakhir” ? Seekor semut yang dapat berbicara dan memberikan perintah, termasuk didalamnya ! Orang-orang akan percaya hanya kepada sesuatu jika mereka melihat hal tersebut atau mendengar hal tersebut secara cukup.
:
:INI HANYA BARU CONTOH KECIL BAGAIMANA ‘WAHYUNYA’ MUHAMAD TERNYATA TURUN DARI KITAB2 YAHUDI…

:

:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: