Bani quraizha

Muslim: Pak Duladi, pembantaian terhadap 800 orang tawanan bani
Quraizha kedengarannya sadis. Kenapa Bani Quraizah dihukum mati?

Duladi: Karena mereka tidak mau mengakui Muhammad sebagai nabi.
Karena mereka tidak mau masuk Islam, maka Muhammad memerangi
mereka, membunuh para pria dewasa dari suku tersebut, menjarah harta
benda mereka (seperti yg sudah-sudah), dan menawan para gadis/wanita
serta anak-anak untuk dijadikan budak/budak seks.
Muhammad juga kerap mencari wanita cantik sebagai pelayan seksnya
dari kaum kafir yg dibantainya.
SHAFIYAH, diambil oleh Muhammad menjadi istrinya setelah Muhammad
membunuh kaum keluarga dan suaminya dalam perampokan (Baca Sirah
Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 306-309)
JUWAIRIYAH, diperistri Muhammad setelah Muhammad membantai suami
dan para lelaki banu Mustaliqh dalam sebuah perampokan di daerah dekat
mata air (Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 254 dan Halaman
259)
RAIHANA, diperistri Muhammad setelah Muhammad membantai suami dan
para lelaki banu Quraidha di Medinah
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 210-211
Pembagian Fay’i
Ibnu Ishaq berkata, “Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
membagi-bagi kekayaan, wanita-wanita, dan anak-anak Bani Quraidhah
kepada kaum Muslimin [Setelah para tawanan pria dibantai]. Hari itu juga,
beliau mengumumkan jatah tentara berkuda (kavaleri), jatah tentara
pejalan kaki (infantri), dan mengeluarkan seperlima daripadanya. Tentara
berkuda (kavaleri) mendapat tiga jatah; dua jatah untuk kuda dan satu
jatah untuk penunggangnya. Sedang tentara pejalan kaki (infantri)
mendapatkan satu jatah. Jumlah kuda Bani Quraidhah ketika itu adalah
tiga puluh enam ekor. Itulah fay’i yang pertama kali dibagi sesuai dengan
jatahnya, seperlima daripadanya dikeluarkan, dan sunnah Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam pembagian fay’i di perang.
Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengirim Sa’ad bin Zaid
Al-Anshan saudara Bani Abdul Asyhal membawa tawanan-tawanan wanita
Bani Quraidhah ke Najed dan menukar mereka dengan kuda-kuda dan
senjata.”
Ibnu Ishaq berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memilih salah
seorang wanita Bani Quraidhah yang bernama Raihanah binti Amr bin
Junafah untuk diri beliau sendiri. Ia berasal Bani Amr bin Quraidhah dan
tetap dalam kepemilikan beliau ketika beliau wafat. Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam pemah menyatakan diri untuk menikahinya dan
memasang hijab (tabir) padanya, namun ia berkata, `Wahai Rasulullah,
biarkan aku dalam kepemilikanmu, karena itu lebih baik bagiku dan
bagimu.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sal/am membiarkan status
budaknya.
Pada saat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menawan Raihanah binti
Amr, ia tidak mau masuk Islam dan tetap memilih menjadi orang Yahudi.
Karena itu, beliau melepasnya dan sedih karenanya.
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sedang bersama para
sahabat, tiba-tiba beliau mendengar suara dua sandal di belakang beliau,
kemudian beliau bersabda, `Ini pasti suara Tsa’labah bin Sa’yah yang
menyampaikan berita gembira kepadaku tentang masuk Islamnya
Raihanah.’ Betul, Tsa’labah bin Sa’yah tiba di tempat beliau kemudian
berkata, `Wahai Rasulullah, Raihanah telah masuk Islam.’ Berita tersebut
sangat menggembirakan hati Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’.”
:

:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: