Keji

Kafir: Pak Duladi, saya tertarik membahas kembali tentang ajaran
kamuflase Islam. Sebenarnya ajaran kamuflase itu sama gak dengan
ajaran pura-pura?

Duladi: Hmm… bisa anda jelaskan?
Kafir: Ajaran kebaikan yg benar-benar ajaran kebaikan, tentu akan
konsisten Pak, dari pertama sampai akhir, ajarannya tidak berubah, tetap
konsisten. Contohnya Tuhan dan nabi kami, Yesus. Dari awal Dia
mengajarkan KASIHILAH SESAMAMU dan DOAKAN ORANG YG
MENYAKITIMU, dan sampai akhir pun Dia tetap konsisten menerapkan
ajaran tersebut. Saya bisa bayangkan, jika seandainya Yesus itu nabi
Islam, pada saat dia dianiaya, diludahi, diolok-olok oleh orang-orang
Romawi, pasti dia akan langsung menyumpahi para penganiaya: MATILAH
KAU! seperti kata-kata sumpah serapah Muhammad yg terekam dalam
Quran (QS 3:119; QS 2:243)
Tetapi Yesus tetap konsisten Pak, dari awal ajarannya baik, dan sampai
dirinya dicobai dengan penganiayaan yg begitu kuat Dia tetap tidak
berubah, dia tetap konsisten dengan apa yg telah Dia ajarkan, yaitu KASIH
& MENDOAKAN MUSUH-MUSUHNYA.

Duladi: Anda benar. Muhammad hanya pada waktu lemah saja dia
mengajarkan toleransi, agamamu-agamamu agamaku-agamaku, tiada
paksaan dalam beragama Islam, sabar adalah sikap yg mulia, doakanlah
orang yg menyakitimu, ucapkan salam pd orang yg menjahatimu. Seperti
yg anda katakan, itu AJARAN PURA-PURA. Memang benar. ITU PURA-PURA.
Jadi ajaran kamuflase sebenarnya sama dengan ajaran pura-pura.
Dikatakan pura-pura, karena itu cuma ajaran kamuflase belaka.
Sebenarnya di dalam hatinya dia menyimpan DENDAM KESUMAT. Itu
terbuktikan setelah dia punya sarana dan kekuatan untuk melakukan
kekerasan, ajarannya berubah total. Dia tidak konsisten dengan ajarannya
yg semula, dan mulai menerapkan KEKERASAN, dan PEMAKSAAN
KEHENDAK. Dia bantai orang-orang yg dahulu pernah menyakiti hatinya.
Jadi, ajaran tentang sabar, tentang salam, tentang mendoakan, itu cuma
ajaran bohong, ajaran pura-pura saja, yang hanya untuk diterapkan saat
lemah. Tapi setelah dia punya kemampuan untuk berbuat jahat, ajaran itu
tidak berlaku lagi.
Ajaran yg benar-benar orisinil sebagai ajaran kebaikan, tidak akan pernah
berubah. Dari awal sampai akhir akan tetap konsisten, dan tidak berubah
sesuai kemampuan si pelaku.
Ajaran pura-pura disesuaikan dengan kemampuan Muhammad. Sewaktu
Muhammad tidak mampu membunuh, dia bilang: SABAR. Doakan mereka,
ucapkan salam buat mereka.
Tapi setelah dia mampu membunuh, dia bilang sebaliknya: BUNUH! Buatlah
hati kalian lega, karena mereka dulu pernah menyakiti hati kalian.
Jadi anda jangan sampai tertipu oleh ajaran pura-pura muslim. Air mata
mereka adalah air mata buaya. Kalian tidak perlu merasa terharu ketika
mereka mendoakan kebaikan buat kalian, karena sebenarnya di dalam
hati mereka sedang menyiapkan amarah yg seandainya mereka punya
kesempatan mereka akan langsung membungkammu.

Kafir: Dan untuk mencuci tangan, si muslim akan mengatakan bahwa SI
PEMBANTAI itu adalah ALLOH. Perbuatan keji yg dilakukannya dikayalkan
sebagai AZAB pemberian alloh kepada kafir. NGAKAK.
:

:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: